Wednesday, May 6, 2015

Jenis-jenis Rubik

Berikut merupakan contoh beberapa jenis rubik dari sekian banyak rubik yang ada. Bagi anda yang masih bingung untuk memilih rubik yang cocok untuk anda, mungkin artikel berikut bisa membantu anda dalam memilih rubik yang tepat.

1. Rubik "abal-abal" 
 
Rubik ini dapat Anda beli di toko-toko mainan. Harga rubik jenis ini pun juga bisa dibilang murah. Ciri yang khas untuk rubik ini adalah skema warnanya yang tidak standar dan putaranya yang agak berat. Rubik ini juga mudah pop out (terlepas piece nya) dan sangat tidak cocok jika digunakan untuk speedcubing.
 
Walaupun kualitasnya tidak terlalu baik, tetapi bagi anda yang ingin belajar rubik dan baru pertama kalinya, anda bisa mencobanya dari rubik jenis ini dulu. Jika anda sudah mulai mahir, anda bisa menggantinya dengan yang lebih bagus lagi. 
 
2. Original Rubik's Cube

Original rubik's cube adalah rubik yang dikeluarkan oleh perusahaan Rubik's sendiri. Rubik ini memiliki logo "Rubik's Cube" di center piece yang berwarna putih. Rubik ini bisa anda beli dengan harga Rp100.000,00 - Rp130.000,00. Rubik ini mudah di cari di toko-toko yang khusus menjual rubik.
 
3. Chinese DIY Cube
DIY merupakan singkatan dari Do It Yourself. Ini berarti bahwa rubik ini bisa kita atur screw dan pegasnya sesuai dengan yang kita inginkan. 

Rubik jenis ini memiliki beberapa tipe:
a. Tipe A (Guo Jia), yaitu tipe yang paling umum di Cina. Putaranya halus dan baik dalam cuting corner, tapi bobotnya cukup berat. Tipe ini memiliki jalur di bagian edge nya sehingga anti pop out namun rentan lock up

b. Tipe B (Sheng En), putaranya bisa dibilang berat dan menurut saya ini kurang cocok untuk speedcubing

c. Tipe C (Rubik's DIY Replica), rubik ini merupakan tiruan desain DIY. Putaranya lebih cepat daripada tipe A dan tidak mudah nyangkut

d. Tipe D (Yong Jun), kualitas rubik ini sama dengan tipe A, namun bobotnya lebih ringan. akan lebih baik jika mengganti core-nya dengan tipe A dan mengganti piece-nya dengan tipe C. Dalam kondisi screw yang kencang rubik ini masih lancar jika diputar

e. Tipe E (Dian Sheng), kualitasnya kurang baik saat pertamakali digunakan, namun akan lebih ringan dan enak setelah di lubrikasi atau dilumasi. Stiker ini memiliki warna yang berupa cat, bukan berupa stiker pada rubik umumnya.

f. Tipe F (Sheng En), rubik ini dikenal dengan putaranya yang paling halus dibandingkan semua tipe DIY. Tetapi disamping itu rubik ini memiliki kelemahan yaitu core nya yang mudah rusak. rubik ini akan lebih baik jika core-nya diganti dengan core tipe A

g. C4U (Cube 4 You), rubik jenis ini sangat populer dikalangan speedcuber. Tipe ini banyak diminati karna kemampuan cutting corner-nya yang mantap dan tidak mudah pop out. 

4. Korean Cube 

Rubik produksi Korea ini dikenal dengan merk Edison Cube. Rubik ini memiliki kualitas stiker yang bagus dan bisa diatur kekencangan pegasnya. Edison disukai untuk speedcubing karena memiliki cutting corner yang baik dan tidak mudah menyangkut.

5. Rubik's DIY Cube
 
Rubik's DIY Cube pada prinsipnya sama dengan Chinese DIY, hanya dikeluarkan oleh perusahaan Rubik's. Kelebihan rubik ini adalah putaranya yang sangat ringan dan cutting corner-nya yang baik, namun lebih tidak mudah pop out dibandingkan Chinese DIY. Bobotnya juga lebih ringan daripada rubik original.

Rubik's DIY merupakan rubik yang paling baik jika dilihat dari sisi keseimbangan antara cutting corner, keringanan putaran, dan kadar pop out. Namun rubik ini juga memiliki kekurangan berupa kualitas materialnya yang kurang baik, cenderung tipis dan center caps-nya mudah copot.

 
 

Sunday, April 26, 2015

Mengenal Notasi

Notasi

Untuk menyelesaikan rubik, kita harus mengenal yang namanya "notasi" notasi merupakan panduan gerakan untuk menyelesaikan rubik, yang nantinya bisa menjadi sebuah algoritma. notasi diputar sebanyak 1/4 putaran atau 90 drajat searah jarum jam (clockwise). Setiap notasi disingkat menjadi huruf, yaitu F (front/sisi depan), B (back/sisi belakang), R (right/sisi kanan), L (left/sisi kiri), U (up/sisi atas), D (down/sisi bawah), M (middle), E (equator), dan S (slice)

Catatan: jika notasi ditambah dengan aksen ( ' ) maka diputar ke arah kebalikan (counter clockwise)


 
 R




 
R'





L





L'





F





F'





B






B'






U





U'





D





D'

Sunday, April 19, 2015

Beginner Methode

Tahap 1: Membuat Cross

Tahap pertama yang harus dilakukan adalah membuat cross seperti gambar di samping. membuat cross tidak menggunakan algoritma, hanya menggunakan intuisi sendiri!                                                                               







Tahap 2: Memasukan Corner Layer Bawah
Ada 3 kondisi dalam membuat corner layer bawah

Jika Putih menghadap ke depan
Algoritma : F' U' F









Jika Putih menghadap ke kanan
Algoritma : R U R'









Jika putih menghadap ke atas
Algoritma : R U2 R' U' R U R'









Tahap 3: Memasukan Edge Layer Tengah
 Ada 3 kondisi dalam memasukan edge layer tengah

Jika Edge akan masuk ke kanan
Algoritma : U R U' R' U' F' U F










Jika Edge akan masuk ke kiri
Algoritma : U' L' U L U F U' F'









Jika Edge tertukar seperti gambar di samping, anda harus mengeluarkan edge tersebut dengan cara memasukan edge yang berada di layer atas (bebas boleh warna apa saja) ke tempat edge yang tertukar, lalu setelah edge yang tertukar keluar ke layer atas, anda bisa memasukanya ke tempatnya sama seperti algoritma" diatas.





Tahap 4: Orientasi Layer Terakhir
Dalam tahap ini, anda harus membuat warna atas (kuning) menjadi berbentuk + (plus) berwarna kuning terlebih dahulu. Ada 2 kondisi yang anda temui untuk membuat + (plus)
          (Sisi atas)

Jika layer atas berbentuk horizontal berwarna kuning. ingat gunakan algoritma dari sisi depan, bukan atas!
Algoritma : F R U R' U' F'





          (Sisi atas)

Jika layer atas berbentuk seperti huruf L berwarna kuning. ingat gunakan algoritma dari sisi depan, bukan atas!
Algoritma : F U R U' R' F'





Tahap 5 : Orientasi Corner

Setelah tahap diatas, maka terbentuklah sebuah + (plus) berwarna kuning. anda akan menemukan beberapa kondisi
Catatan : Algoritma tersebut harus anda lakukan berkali" hingga layer atas full berwarna kuning!
          (Sisi atas)

Jika layer atas hanya berbentuk + (plus), hadapkan warna kuning di layer ke 3 seperti garis kuning gambar di samping. ingat gunakan algoritma dari sisi depan, bukan atas!
Algoritma : R U R' U R U2 R'




          (Sisi atas)

Jika layer atas berbentuk seperti ikan, hadapkan warna kuning seperti gambar di samping. ingat gunakan algoritma dari sisi depan, bukan atas!
Algoritma : R U R' U R U2 R'




                                                    (Sisi atas)
Jika layer atas memiliki 2 korner sudah berwarna kuning, hadapkan warna kuning di layer ke 3 seperti garis kuning gambar di pada gambar di atas. ingat gunakan algoritma dari sisi depan, bukan atas!
Algoritma : R U R' U R U2 R'

Tahap 6: Permutasi Corner
Pada tahap ini anda harus membuat tiap corner pada layer ke 3 agar menjadi warna yang sama dan berpasangan. dalam tahap ini anda akan menemukan 2 kondisi
            (Sisi atas)
 
Jika ada sepasang corner yang sudah berwarna sama. ingat gunakan algoritma dari sisi depan, bukan atas!
Algoritma : R' F R' B2 R F' R' B2 R2






            (Sisi atas)

Jika belum ada pasangan corner dengan warna yang sama, anda harus mengubahnya menjadi sama. ingat gunakan algoritma dari sisi depan, bukan atas!
Algoritma : R' F R' B2 R F' R' B2 R2




Tahap 7: Permutasi Layer Terakhir
Tahap ini merupakan tahap terakhir untuk menyelesaikan rubik. dalam tahap ini anda harus memposisikan edge di layer terakhir ke tempat yang sebenarnya. ada 2 kondisi dalam tahap ini
         (Sisi atas)

 Jika edge yang tertukar searah jarum jam. ingat gunakan algoritma dari sisi depan, bukan atas!
Algoritma : F2 U L R' F2 L' R U F2





         (Sisi atas)

Jika edge yang tertukar kebalikan arah jarum jam. ingat gunakan algoritma dari sisi depan, bukan atas!
Algoritma : F2 U' L R' F2 L' R U' F2




Catatan: Jika anda menemukan kondisi selain di atas anda tidak perlu khawatir, anda hanya harus melakukan salah satu dari algoritma di atas.
         











Sunday, April 12, 2015

About Rubik's Cube


       RUBIK'S CUBE atau yang biasa dikenal dengan rubik adalah permainan puzzle mekanik berbentuk kubus yang memiliki 6 warna yang berbeda pada setiap sisinya. Rubik ditemukan pada tahun 1974 oleh Profesor Ernő Rubik, seorang arsitek dan pemahat asal Hungaria, puzzle ini memulai kemunculanya di toko-toko mainan dengan nama bűvös kocka (magic cube). Mulai tahun 1980, setelah laris manis di negaranya sendiri, atas permintaan distributor namanya berganti menjadi rubik's cube dan dijual ke berbagai belahan dunia.

      Dengan segera, rubik's cube menciptakan sensasi internasional. Setiap orang ingin 
memilikinya. Demam ini menjalar baik pada anak-anak maupun dewasa. Ada sesuatu yang memikat pada kubus ini. Ia memiliki konsep yang sederhana, elegan, namun secara mengejutkan sulit untuk diselesaikan. Hingga tahun 1982 saja, terhitung sudah lebih dari 100 juta buah rubik's cube terjual. Ernő Rubik menjadi salah satu red millionaire pertama di dunia, yaitu warga dari negara komunis yang bisa menjadi kaya dari penghasilan sendiri.
     

Video Tutorial Rubik 3x3 Indonesia part 1/5 (beginner)

 
Bagi anda yang ingin mempelajari rubik untuk pemula bisa dilihat videonya, thx~

Video Tutorial Rubik 3x3 Indonesia part 2/5 (beginner)


Video Tutorial Rubik 3x3 Indonesia part 3/5 (beginner)


Video Tutorial Rubik 3x3 Indonesia part 4/5 (beginner)



Video Turorial Rubik 3x3 Indonesia part 5/5 (beginner)